MENIKMATI PERAYAAN 17 AGUSTUS 2023 DARI RUMAH

Oleh: Indiah Marsaban

Meskipun perayaan kemerdekaan di Istana Merdeka pada dasarnya selalu “sama” setiap tahun, tetapi sejak ‘rezim’ Presiden Jokowi, saya selalu menantikan perayaan ulangtahun kemerdekaan RI di Istana yang biasanya menampilkan kejutan yang menyenangkan. Itupun saya hanya nonton dari layar kaca di rumah, tetapi justru nonton dari TV, kita bisa lihat lebih dekat mengamati ekspresi Presiden Jokowi dan ibu Iriana yang tersenyum manis.

Saya senantiasa menunggu tampilan baju adat mana yang akan dipakai Pak Jokowi dan Ibu Iriana dan saya tak pernah kecewa karena tampilan Pak Jokowi dan Ibu Iriana selalu mengundang kekaguman saya. Dari layar TV saya justru bisa memperhatikan detail baju yang dikenakan dengan asesori yang begitu indah. Para undangan pun berlomba-lomba tampil paripurna dengan baju adat yang aneka rupa, yang juga membuat kita terpesona.

Tiap tahun berganti daerah yang ditampilkan seolah-oleh ingin memberi pesan bahwa kekayaan budaya Indonesia tak akan pernah ada habis ragamnya untuk dipertunjukkan. Menggugah rasa cinta negeri, menggugah kesadaran betapa kaya ragam budaya Indonesia yang patut kita syukuri.

Setelah rangkaian resmi pengibaran bendera Sang Merah Putih, acara yang dinanti-nanti adalah acara hiburan yang selalu membuat suasana cair penuh kegembiraan sebagaimana terlihat para hadirin di Istana tumpah ruah di halaman istana ikut berjoget bersama para prajurit yang semula berbaris rapih tetapi ternyata bisa luwes juga bergoyang diiringi lagu Gemu Fa Mi Re. 

Hebatnya, empat helicopter pun di udara bisa ikut “berjoget” ke kiri, ke kiri, ke kiri dan ke kanan, ke kanan, ke kanan mengikuti irama Gemu Fa Mi Re. Hadirnya penyanyi Putri Ariani juga disambut meriah oleh hadirin yang spontan turun ke lapangan sehingga kursi penonton di tribun kiri-kanan terlihat kosong ditinggalkan untuk berjoget.

Pada perayaan tahun lalu di istana, kita masih ingat ketika pengamen cilik Farel Prayogo, menyanyikan lagu Ojo dibandingke yang kemudian menjadi ‘hits’ sehingga mengangkat nasib si pengamen cilik dari Banyuwangi. Pada kesempatan itulah beberapa Menteri spontan ikut berjoget di depan tribun tetapi tahun ini bahkan para undangan yang hadir di istana yang “menyerbu” lapangan untuk berjoget.  Betul-betul menjadi pesta rakyat.

Ada insiden yang luput dari perhatian sebagian besar penonton, yakni lepasnya sepatu kiri dari Lily Indiani Suparman Wenda, si pembawa baki dari Provinsi Papua Pengunungan.  Namun Lily tetap tenang menjalankan tugasnya meskipun harus berjalan dengan sepatu sebelah saja.  Untuk bercerita mengenai anggota Paskibraka pasti akan memerlukan bagian tersendiri karena banyak kisah perjuangan dari mereka. Ada anggota paskibraka yang ibunya adalah buruh cuci dan satu lagi ayahnya adalah buruh angkut di pasar Gorontalo.

Setiap bulan Agustus menjadi momentum untuk ‘memperkuat rajutan persatuan Indonesia dan memperkokoh rasa nasionalisme walaupun hanya dengan cara mengadakan lomba-lomba yang bikin masyarakat tertawa gembira dengan  melibatkan segala lapisan masyarakat tanpa sekat kelas sosial, agama atau golongan, di mana-mana masyarakat bersuka cita, merayakan rasa damai di negeri tercinta yang merdeka.

Walaupun masih banyak ‘PR’ kita untuk mencapai tujuan ‘’merdeka” yang sesungguhnya, yakni mencapai kesejahteraan yang merata hingga ke pelosok negeri, mari kita bersatu, bergandengan tangan, bersama-sama melaju untuk Indonesia maju.

Aamiiin

Bagaimana menurut Anda artikel ini?
+1
0
+1
0
+1
13
+1
13
KABAR BUDAYA